Krisis Keamanan Sosial Di Sumut: Maling Sandera Lansia, Warga Dan Polisi Bertindak
Aksi kriminal di Sumut memuncak saat maling menyandera lansia, Warga bergerak, polisi bertindak. Potret nyata krisis keamanan sosial.
Ketegangan mencekam menyelimuti Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Aksi pencurian berubah menjadi drama kemanusiaan saat seorang lansia dijadikan sandera dengan ancaman parang.
Peristiwa ini bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan cerminan krisis keamanan sosial yang membuat warga terpaksa turun tangan sebelum aparat mengepung pelaku. Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan menarik hanya ada di Hak Jelata.
Aksi Pencurian Berujung Penyanderaan Lansia
Sebuah video yang merekam detik-detik aksi kriminal menegangkan di Labuhanbatu Selatan viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Jalan Kalapane, Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Sumatera Utara, pada Selasa (6/1/2026).
Dalam video tersebut, seorang pria yang tertangkap basah mencuri handphone nekat menyandera seorang warga lanjut usia menggunakan senjata tajam jenis parang. Situasi yang awalnya merupakan kasus pencurian biasa berubah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan jiwa.
Kepanikan pelaku memicu tindakan nekat yang membahayakan korban sekaligus warga sekitar, sehingga insiden ini langsung menyita perhatian publik.
Detik-Detik Mencekam Terekam Kamera
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @jayalabusel, pelaku diketahui berinisial NB (33). Ia dipergoki warga saat melakukan pencurian handphone. Ketika aksinya terbongkar dan warga mulai mengepung, pelaku memilih langkah ekstrem dengan menarik seorang lansia berinisial DH (65) dan mengancamnya menggunakan parang.
Dalam rekaman video, terlihat pelaku merangkul leher korban dari belakang sambil memegang senjata tajam. Lansia tersebut tampak tak berdaya, sementara warga dan aparat kepolisian berusaha menjaga jarak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ketegangan berlangsung cukup lama, membuat situasi semakin genting.
Baca Juga: Prabowo Minta Kejaksaan dan Kepolisian Tak Kriminalisasi Rakyat Kecil
Warga Bertindak, Polisi Lakukan Pengamanan
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi berupaya melakukan pendekatan persuasif. Pelaku diminta untuk melepaskan korban dan menyerahkan diri, namun imbauan tersebut tidak diindahkan.
Pelaku justru tetap bertahan sambil duduk dan memegang korban sebagai tameng. Ketika situasi dinilai semakin berisiko, salah seorang warga secara spontan mengambil tindakan dengan melompat dan menerjang pelaku.
Aksi cepat tersebut berhasil menjatuhkan pelaku ke tanah, sehingga sandera dapat dilepaskan. Warga dan polisi kemudian bersama-sama mengamankan pelaku. Emosi warga yang memuncak sempat berujung pada pemukulan terhadap pelaku. Namun, aparat kepolisian segera melerai dan memastikan pelaku dibawa dalam kondisi aman untuk mencegah tindakan main hakim sendiri.
Polisi Tegaskan Proses Hukum Berjalan
Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara, AKBP Siti Rohani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pelaku telah diamankan dan saat ini ditahan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaku sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polsek Kota Pinang untuk diproses secara hukum yang berlaku di NKRI, ujar Siti saat dikonfirmasi pada Rabu (7/1/2026) malam. Peristiwa ini menjadi sorotan tajam terkait kondisi keamanan sosial di daerah.
Aksi kriminal yang melibatkan ancaman terhadap kelompok rentan seperti lansia dinilai sebagai alarm serius bagi semua pihak. Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak bertindak gegabah, dan segera melapor kepada aparat jika menemukan tindakan kriminal agar dapat ditangani secara profesional dan aman.
Jangan lewatkan update berita seputaran Hak Jelata serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari matatelinga.com