MBG Tak Libur Ramadan! BGN Pastikan Program Tetap Berjalan
BGN pastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan, meski teknis pelaksanaannya masih disusun untuk kenyamanan peserta.
Meski bulan Ramadan tiba, program MBG tidak akan libur. BGN menegaskan kegiatan ini tetap berjalan dengan menyesuaikan jadwal dan prosedur agar tetap nyaman bagi peserta.
Saat ini, teknis pelaksanaan masih dalam tahap penyusunan, namun pihak BGN memastikan seluruh persiapan berjalan dengan matang untuk menyambut bulan suci, sehingga program MBG bisa dinikmati tanpa hambatan. Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan di bahas dengan menarik hanya ada di Hak Jelata.
BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan
Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi tetap beroperasi selama bulan Ramadan. Hal ini bertujuan memastikan peserta didik tetap menerima layanan gizi meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menyatakan bahwa teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan masih disusun. Meski demikian, BGN memastikan bahwa bentuk menu, baik kering maupun sesuai kebutuhan puasa, akan diatur agar peserta tetap mendapatkan gizi seimbang.
Puasa tetap ya, ini bukan wilayah saya. Tapi bentuknya nanti apakah menu kering atau apa nanti kita lihat, jelas Dadang saat menghadiri temu kangen awal tahun 2026 di Boyolali, Jawa Tengah.
Evaluasi Dapur SPPG Dan Standar Kesehatan
Selain memastikan layanan MBG tetap berjalan, BGN juga menegaskan pentingnya evaluasi dapur SPPG yang bermasalah. Dapur yang tidak memenuhi standar sementara ditutup untuk perbaikan tata kelola.
Dadang menekankan bahwa seluruh dapur SPPG harus memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) untuk menjamin makanan yang disajikan higienis dan aman bagi penerima manfaat. Yang paling penting, seluruh dapur memiliki SLHS agar memenuhi standar kita.
Selain itu, pembuangan limbah juga harus sesuai aturan, tambah Dadang. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan layanan MBG di seluruh wilayah nasional.
Baca Juga: KPAI Soroti Hak Anak: Akta Kelahiran Masih Minim Di Daerah Tertinggal
Dampak Nasional Dan Jumlah SPPG
Secara nasional, BGN mencatat terdapat 20.419 SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Keberadaan dapur ini tidak hanya memastikan anak-anak dan remaja memperoleh gizi yang cukup, tetapi juga memberikan perhatian bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta tenaga pendidik.
Dengan cakupan yang luas, program MBG memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat dan kesejahteraan penerima manfaat. Program ini bukan sekadar dapur.
Ini menyangkut hidup banyak orang. Penerima manfaat mencakup balita, PAUD, SMA, ibu hamil, menyusui, dan tenaga pendidik, ujar Dadang. Dengan dukungan BGN, program ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.
Efek Berganda Dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain manfaat gizi, dapur SPPG memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar. Satu dapur dapat membuka lapangan kerja bagi sekitar 50 orang, termasuk relawan dari tingkat pendidikan SD hingga SMA.
Hal ini memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat yang kurang beruntung sekaligus memperkuat keterlibatan komunitas dalam program nasional. Bayangkan, dengan ribuan dapur di Jawa Tengah saja, banyak orang yang mendapat pekerjaan, terutama mereka yang belum beruntung.
Program ini juga memberdayakan relawan lokal dan meningkatkan kesadaran gizi masyarakat, jelas Dadang. Dengan persiapan teknis yang matang, BGN memastikan MBG dapat berjalan lancar selama Ramadan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat secara luas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari mediaindonesia.com