Menkop Dukung Industri Kulit Garut dengan Mesin Pengolah Limbah

Bagikan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan dukungan pemerintah terhadap industri kulit Garut dengan menyediakan mesin pengolah limbah dan pembiayaan.

Garut dengan Mesin Pengolah Limbah

Langkah ini bertujuan memodernisasi produksi kulit lokal, meningkatkan kualitas agar setara dengan standar internasional, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Dukungan ini sejalan dengan keberhasilan Piazza Firenze, sentra kulit premium di Garut, yang menampilkan produk kulit lokal berkualitas tinggi.

Simak informasi terbaru yang sedang viral dan terbaik lainnya hanya ada di Hak Jelata.

Pemerintah Dorong Modernisasi Industri Kulit Garut

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk memodernisasi industri kulit Garut. Dukungan ini diberikan melalui bantuan teknologi pengolahan limbah dan pembiayaan dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi, guna menjaga kualitas produk kulit Garut setara dengan standar internasional, layaknya di Italia.

Ferry menyatakan, keberhasilan sentra UMKM Piazza Firenze di Garut membuktikan bahwa kulit lokal mampu bersaing dengan produk premium global. Namun, tantangan klasik industri penyamakan kulit, yaitu pengelolaan limbah, masih menjadi fokus pemerintah untuk ditangani secara serius.

“Bahkan, selain pengadaan mesin pengolahan limbah, kita juga mendorong koperasi untuk memodernisasi mesin penyamakan kulit dengan perkuatan pembiayaan dana bergulir dari LPDB,” ujar Menkop Ferry Juliantono dalam keterangan resmi di Bandung, Sabtu (17/1/2026).

Bukti Kekuatan Koperasi Kulit Garut

Piazza Firenze, yang dibangun oleh Koperasi Kulit Artisan Indonesia, telah berhasil menyulap kawasan Sukaregang menjadi destinasi wisata belanja premium. Konsep arsitektur bernuansa Italia dilengkapi dengan tenant kuliner, workshop, dan pelatihan, menunjukkan bahwa koperasi mampu beradaptasi dengan pasar modern.

Ferry menilai, keberhasilan koperasi ini membuktikan bahwa para perajin kulit Garut bisa maju, modern, dan kekinian. Dengan pendampingan dan pembinaan dari desainer ternama Poppy Dharsono, produk kulit yang dihasilkan sudah layak bersaing di pasar global.

Selain itu, koperasi juga berperan penting dalam membina para artisan agar kualitas produk tetap tinggi, sambil mempertahankan harga yang terjangkau bagi konsumen domestik, sehingga produk lokal tetap menjadi favorit di negeri sendiri.

Baca Juga: MBG Tak Libur Ramadan! BGN Pastikan Program Tetap Berjalan

Dukungan Kementerian dan Pelatihan Artisan

Dukungan Kementerian dan Pelatihan Artisan

Poppy Dharsono, desainer sekaligus pendiri Piazza Firenze, menyambut baik dukungan yang akan diberikan pemerintah. Ia menekankan pentingnya fokus pada pasar domestik terlebih dahulu agar produk kulit Garut bisa menjadi “tuan rumah” di pasar lokal, sebelum menembus pasar ekspor.

Menurut Poppy, Koperasi Kulit Artisan Indonesia terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para perajin, sehingga kualitas produk semakin meningkat. Pelatihan ini mencakup teknik penyamakan kulit, desain kreatif, dan standar kualitas internasional, yang menjadi kunci agar produk tetap kompetitif.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kualitas dan harga, sehingga produk kulit premium Garut tetap dapat dijangkau oleh masyarakat luas, sekaligus menjaga daya saing di pasar lokal dan global.

Peningkatan Pariwisata dan Ekosistem Kulit Premium

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, menyebut bahwa keberadaan Piazza Firenze telah mengubah wajah pariwisata daerah. Sentra kulit premium ini menjadi magnet wisatawan, terutama dari Jakarta, yang mencari produk berkualitas tinggi dan pengalaman belanja modern.

Putri berharap kemasan produk kulit Garut terus didorong ke arah premium, sehingga mendukung ekosistem pariwisata yang sedang berkembang. Dengan kualitas dan branding yang tepat, produk kulit Garut tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga ikon pariwisata daerah.

Perayaan HUT ke-1 Piazza Firenze pada Kamis (15/1) dihadiri oleh Hariyadi Sukamdani (Spinindo Group) dan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Kolaborasi antara koperasi, swasta, dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat menjadikan Garut sebagai pusat kerajinan kulit berskala internasional.

Jangan lewatkan update berita seputaran Hak Jelata serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari realitabengkulu.co.id
  2. Gambar Kedua dari realitabengkulu.co.id

Similar Posts